STAI Yasni Wisuda 204 Mahasiswa, Ini Pesan Ketua Yayasan  



Kamis, 20 Desember 2018 - 12:30:59 WIB



Foto bersama Ketua STAI Yasni Muhammad solihin. M.pd.i
Foto bersama Ketua STAI Yasni Muhammad solihin. M.pd.i

JAMBERITA.COM, BUNGO - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yasni Muara Bungo menggelar sidang senat terbuka wisuda XX di Ballroom Hotel Semagi Muara bungo,  Rabu (19/12/2018).

Adapun yang mengikuti wisuda adalah Sarjana strata satu program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah (PGMI/SD), dan ekonomi syari'ah (E, SY).

Turut hadir Bupati bungo diwakili oleh Staf ahli Bupati H Tobroni yusuf, unsur Forkompinda Kabupaten Bungo, Ketua MUI Bungo Drs. H. Abu bakar M. Pd.i, Nahdatul Ulama, dan Muhammadiyah Kabupaten Bungo, Perwakilan Kemenag Bungo, Ketua Yayasan Nurul Islam Muara Bungo, Drs, H. idham kholik, ME, Koordinator kopertais wilayah XIII Jambi, Dr. Hadri hasan, MA, serta para dosen dan staff STAI Yasni Muara Bungo, beserta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Yasni Muara Bungo, mengatakan sebanyak 204 orang wisudawan/wati diwisuda kali ini.

"STAI Yasni Muara Bungo, penuh kebanggaan mempersembahkan 204 sarjana baru yang terdiri dari, 105 wisudawan/ti program studi agama islam (PAI), 75 dari program studi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah (PGMI), dan 24 program studi ekonomi syariah (E,SY), " katanya.

Dalam perkembangannya STAI Yasni menjadi salah satu STAI yang divisitasi oleh kementrian agama RI dan Asesor dari badan akreditasi nasional perguruan tinggi untuk berubah bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut agama islam.

Sementara Ketua Yayasan Nurul Islam Muara bungo, Drs. H. Idham kholik, ME,  bangga dengan prestasi STAI pada akhir-akhir ini.

"Kita sangat bersyukur wisuda pada hari ini berlangsung dengan lancar, dan juga bersyukur wisuda pertama kali ketuanya sudah mendapat gelar doktor. Kemudian dua orang menyusul, dan yang kita butuh tiga orang lagi yang lulus, kita sudah bisa menyelenggarakan S2, target kita kesana," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya  dari yayasan selalu membuka jalan, dan berkomunikasi dengan banyak jaringan termasuk dengan dunia usaha.

"Seperti dengan travel- travel besar penyelenggara umroh, karena dunia ekonomi islam perkembangnya sekarang sangat luar biasa. Target kita S2 akan segera dibuka," katanya.

Ia berpesan untuk para wisudawan bahwa gelar sarjana adalah tiket masuk ke persaingan dalam dunia kerja.

"Baru tiket saja, lalu tambah kan dengan skill, menjadikan kita lebih unggul dari yang lainnya," imbuhnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi